Selasa, 20 April 2010

SEPERTIGA MALAM

Malam perawan nyaris hilang

Membangun mimpi pada beranda kesadaran

Mengantarkan terang rembulan di sepenggal temaram

Kutengadahkan wajah menampar lelah serumah

Nyanyian hari kudendangkan

Melantun keterbataan kata dieja sukma

Terpuruk aku dalam kekalutan lautan kasih-Mu

Terdampar aku di teluk dan semenanjung dosa

Memeram setumpuk nista berbaju gulma

Ingin ku layarkan di antara riak dan pasang dena

Dzikir dan tasbihku menguliti raga

Mengukir kisi-kisi sayatan luka

Hari-hari mendera gundah

Kulaporkan seingat ulah dan tingkah

Komat-kamit yang kelu di bibir

Meratakan kerayuan sia-sia bergulir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar